Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, “Takabur lebih buruk dibanding syirik. Orang yang takabur itu enggan beribadah sama sekali kepada Allah (karena merasa takabur/tidak butuh), sedangkan orang musyrik masih beribadah kepada Allah walaupun beribadah kepada selain Allah juga.”

@_salehalsultan - Dr. Shalih As Sulthan, Dosen Fakultas Syariah Universitas Al Qashim, Saudi Arabia

(via twitulama)

Hati yang sakit sedang diuji dengan syahwat takkan merasakan manisnya iman dan ibadah. Seperti orang sakit yang merasakan makanan manis menjadi pahit.
Ya Allah jagalah hati kami dari penyakit syahwat dan syubhat.

@DrAbdullahsulmi -  Dr. Abdullah As Sulmi, pengajar fiqh di Perguruan Tinggi Kehakiman, Riyadh, pakar dalam fiqh jual beli kontemporer, salah seorang murid Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah.

(via twitulama)

Apakah ada sarana yang bisa menolong kita untuk tetap istiqomah? Di antaranya, berdoa agar senantiasa diberi keteguhan, berteman dengan orang-orang yang baik, belajar, merenungi makna (tadabbur) al Quran, membaca kisah para Nabi.
 - Dr. Muhammad Al Habdan, anggota Rabithah Ulama’ Al Muslimin (Ikatan Ulama Muslimin) http://www.alhabdan.net

(via twitulama)

Tanya: Aku merasakan dosaku amat banyak, dan aku adalah seorang yang menjaga agama, dan aku takut aku kehilangan agamaku, apa nasihatmu dan bagaimana menumbuhkan perasaan selalu diawasi Allah, jazaakallah khairan.
Jawab: Bisa dilakukan dengan berbagai macam hal di antaranya: mempelajarai tauhid, membaca al Quran, berdzkir, berteman dengan orang shalih, menghadiri majlis ilmu dan memperbanyak istighfar, semoga Allah meneguhkan kita di atas jalan ketaatan dan keridhoanNya.

@dr_abusalah - Dr Muhammad Hisyaam Thaahiri, mendapatkan gelar Doktor dari Fakultas Akidah Universitas Islam Madinah, Imam dan Khotib di Kementrian Wakaf Kerajaan Arab Saudi.

(via twitulama)

Jika kau dapati tanganmu serasa tertahan ketika membuka mushaf Al Qur’an, lisanmu terasa berat untuk berdzikir, maka percayalah bahwa saat itu hatimu tengah berat karena dosa, dan ia memberatkan anggota badanmu pula untuk beramal.  Dr. Umar Al Muqbil, dosen hadits di Fakultas Syari’ah Universitas Al Qashim, Wakil Ketua di Lembaga Ilmiah untuk Studi Al Qur’an, Saudi Arabia. (via twitulama)
Muhammad bin Munkadir, seorang tabi’in, berkata, “Aku bersungguh-sungguh berupaya untuk istiqamah dan aku baru berhasil setelah 40 tahun lamanya”. Berapa tahun Anda telah berada di atas al haq hingga istiqamah?  Dr. Yahya bin Ibrahim Al Yahya, doktor dalam bidang ilmu hadits, pernah menjabat sebagai dosen dan wakil rektor bidang kemahasiswaan Universitas Islam Madinah, biografi beliau dapat dilihat di sini. (via twitulama)
Ibnul Qayyim berkata, “Tidak ada sesuatu yang lebih bermanfaat dalam hal penghidupan, perbekalan, dan sarana bagi seorang hamba untuk menuju kesuksesan, selain tadabbur Al Qur’an” (Madarijus Salikin, 1/451) @Dr_Alsadhan Syaikh Abdul ‘Aziz bin Muhammad As Sadhan, salah seorang murid Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Doktor dalam ilmu Ushuluddin Universitas Al Imam. Biografi selengkapnya klik di sini. (via twitulama)
Kebenaran tidak memiliki kampanye yang diikuti banyak orang. Allah tidak menyebutkan sebuah umat dalam Al Quran dengan sebutan “Kebanyakan mereka” kecuali untuk maksud kesesatan. Hal ini disebutkan berulang-ulang pada Al Quran dalam kira-kira 70 tempat. @AbdulazizTarifi Dr. Abdul Aziz Tharifi, ulama yang mengampu berbagai majelis di Riyadh Saudi Arabia, Kepala Bidang Riset dan Penelitian Kementerian Urusan Islam, KSA (via twitulama)
Orang-orang yang membuang waktunya 10 menit saja tiap harinya selama 60 tahun, sama dengan total 150 hari. Perhatikan! Berapa waktu yang telah kita buang tiap harinya?!  Dr. Umar Al Muqbil, dosen hadits di Fakultas Syari’ah Universitas Al Qashim, Wakil Ketua di Lembaga Ilmiah untuk Studi Al Qur’an, Saudi Arabia. (via twitulama)
Al Qur’an mengandung ilmu sekaligus pemikiran. Seseorang tidak akan dapat menggali perbendaharaan tersebut apabila hati dan pikirannya terkunci. “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Alquran ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24) @AbdulazizTarifi Dr. Abdul Aziz Tharifi, ulama yang mengampu berbagai majelis di Riyadh Saudi Arabia, Kepala Bidang Riset dan Penelitian Kementerian Urusan Islam, KSA (via twitulama)
Sebagian salaf berkata, “Ketika aku mendengar suatu permisalan dalam Al Qur’an kemudian aku tidak mengerti apa maknanya, aku pun menangisi diriku sendiri. Karena Ia telah berfirman (yang artinya), ‘Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.’”. (Al-’Ankabuut:43) @almonajjid -Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid, pengasuh web IslamQA sekilas tentang beliau klik di sini. (via twitulama)
“Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku.” (QS. Al A’raaf : 146). Abu Qilabah berkata, “Maksudnya ialah hati mereka dihalangi dari memahami Al Qur’an”. Ya Allah, jadikanlah Al Qur’an (bagaikan) musim semi bagi hati kami, dan cahaya bagi dada kami.  Dr. Abdul ‘Aziz alu Abdul Latif, dosen Jurusan Aqidah Universitas Al Imam, website beliau http://www.alabdulltif.net/ (via twitulama)

Pengumuman Follow Twitter @PenghafalQuran

Bismillahirrohmanirrohim Assalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Sudahkah sodara/i mengikuti Twitter @PenghafalQuran ? Jika sodara/i jg saat ini sedang menghafal Al-Qur’an maka Follow jika belum, jika sudah Follow semoga manfaat, mohon doa. Kerna Twitter @PenghafalQuran lebih update daripada blog Tumblr ini.

Wassalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Karena yang benar-benar terjaga hanya untuk yang benar-benar menjaga. — (via rahadianfaisal)
Aku pernah mendengar Syaikh Ibnu Baz menangis ketika beliau membaca ayat tentang ahli kitab, “Dan al Quran yang diturunkan kepadamu itu pasti akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan mereka” (Al Maaidah: 64), Syaikh Ibnu Baz berkata, “Kita berlindung kepada Allah agar tidak Dia telantarkan. Bukannya Allah tambahkan petunjuk dan ketakwaan kepada mereka dengan Al Quran, malah Allah tambahkan kedurhakaan dan kekafiran bagi mereka!!” Hal ini karena mereka berpaling dan menentang Al Quran. Maka hati-hatilah, jangan sampai terjerumus seperti mereka.  Dr. Umar Al Muqbil, dosen hadits di Fakultas Syari’ah Universitas Al Qashim, Wakil Ketua di Lembaga Ilmiah untuk Studi Al Qur’an, Saudi Arabia. (via twitulama)